Home » Blog » APA itu Hepatitis B? Mencegah lebih baik daripada mengobati!!!

APA itu Hepatitis B? Mencegah lebih baik daripada mengobati!!!

Definisi Hepatitis B  adalah infeksi serius pada hati, yang disebabkan oleh Virus hepatitis B (HBV).

Hepatitis B bisa menyebabkan kondisi akut dan kronis pada pasien. Jika sudah memasuki level kronis, penyakit ini bisa membahayakan nyawa penderitanya.

Jika tidak segera ditangani, penderita hepatitis B kronis berisiko terkena sirosis, kanker hati, atau gagal hati.

Hepatitis B sulit dikenali karena gejala-gejalanya tidak langsung terasa dan bahkan ada yang sama sekali tidak muncul. Karena itulah, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.

Virus ini biasanya berkembang selama 1-5 bulan sejak terjadi perjalanan terhadap virus sampai kemunculan gejala pertama.

Penderita Hepatitis B di Indonesia

Hepatitis B merupakan masalah kesehatan dunia, termasuk di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 680 ribu orang meninggal dunia tiap tahun akibat komplikasi hepatitis B, seperti siroris dan kanker hati.

Di Indonesia sendiri, hasil riset Kesehatan Dasar pada yang dirilis pada 2015 menunjukkan bahwa penderita hepatitis di Indonesia diperkirakan mencapai 28 juta orang, dimana setengah di antaranya berpotensi untuk menjadi kronis, dan 10 persen dari risiko kronis tersebut yaitu lebih dari 1 Juta penderita, akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.

Cara Penularan Hepatitis B

Hepatitis B dapat menular melalui darah dan cairan tubuh, misalnya sperma dan cairan vagina.

Beberapa cara penularan umumnya antara lain:

-Kontak seksual.

Misalnya berganti-ganti pasangan dan berhubungan seks tanpa alat pengaman.

-Berbagi jarum suntik.

Misalnya menggunakan alat suntik yang sudah terkontaminasi darah penderita hepatitis B.

-Kontak dengan jarum suntik secara tidak disengaja.

Misalnya petugas kesehatan (paramedis) yang sering berurusan dengan darah manusia.

-Ibu dan bayi

Ibu yang sedang hamil dapat menularkan penyakit ini pada bayinya saat persalinan.

Diagnosis pada Hepatitis B

Diagnosis hepatitis B dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan darah, yakni tes antigen dan antibodi untuk virus hepatitis B, serta pemeriksaan darah untuk melihat fungsi hati.

Ada tiga jenis pemeriksaan antigen dan antibodi untuk hepatitis B, yakni :

  1. hepatitis B surface antigen (HbsAg),
  2. hepatitis B core antigen (HbcAg),
  3. antibodi hepatitis B surface antigen (anti-HbsAg).

Masing-masing tes ini memiliki fungsi yg berbeda2, sbb :

  1. Hepatitis B surface antigen (HbsAg).

Tes ini dilakukan untuk menilai penularan virus hepatitis B. Hasil tes negatif (-) berarti tidak ada virus hepatitis B dalam darah Anda. Sedangkan hasil tes yang positif (+) menandakan bahwa Anda memiliki virus hepatitis B dalam tubuh dan berpotensi menyebarkan virus ini ke orang lain. Namun, tes ini tidak dapat membedakan apakah infeksi ini sedang terjadi (akut) atau telah terjadi di masa lampau (kronis).

  1. Hepatitis B core antigen (HbcAg).

Tes ini seringkali dilakukan apabila hasil HbsAg Anda menunjukkan hasil positif, karena dengan tes ini dapat dilihat apakah hepatitis B yang Anda alami bersifat akut atau kronis. HbcAg positif pada umumnya berarti Anda menderita hepatitis B kronis (jangka panjang), atau dapat juga berarti Anda sedang dalam masa pemulihan dari hepatitis B akut.

  1. Antibodi hepatitis B surface antigen (anti-HbsAg).

Tes ini menunjukkan kekebalan anda terhadap virus hepatitis B. Apabia anti-HbsAg Anda positif, besar kemungkinan Anda akan terlindungi dari virus hepatitis B. Hasil tes yang positif dapat berarti Anda telah mendapatkan vaksin hepatitis B atau Anda telah berada dalam masa pemulihan dari hepatitis B akut.

Selain ketiga tes di atas, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan darah untuk melihat fungsi hati.

Tes fungsi hati dilakukan untuk memeriksa kemungkinan menderita penyakit hati lainnya. Hal ini dikarenakan gejala hepatitis B seringkali menyerupai penyakit lainnya, terutama gangguan di hati.

Tes fungsi hati ini akan melihat apakah terdapat peningkatan enzim hati, yang menandakan bahwa hati Anda bekerja lebih keras daripada biasanya, sedang dalam tekanan, atau sedang mengalami kerusakan.

Hepatitis B Akut dan Kronis

Ada dua jenis infeksi hepatitis B, yaitu

akut (terjadi dalam waktu singkat) dan

kronis (jangka panjang).

Infeksi akut umumnya dialami oleh orang dewasa.

Jika mengalami hepatitis B akut, sistem kekebalan tubuh Anda biasanya dapat melenyapkan virus dari tubuh dan Anda akan sembuh dalam beberapa bulan.

Hepatitis B kronis terjadi saat virus tinggal dalam tubuh selama lebih dari enam bulan.

Jenis hepatitis B ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak.

Anak-anak yang terinfeksi virus pada saat lahir berisiko mengalami hepatitis B empat sampai lima kali lebih besar dibanding anak-anak yang terinfeksi pada masa balita.

Sebanyak 20 persen orang dewasa yang terpapar virus ini akan berujung pada diagnosis hepatitis B kronis.

Penderita hepatitis B kronis bisa menularkan virus meski tanpa menunjukkan gejala apa pun.

Berdasarkan penelitian WHO, sekitar 3 dari 10 penderita hepatitis B kronis akan mengalami sirosis.

Sirosis adalah kerusakan hati jangka panjang atau kronis yang menyebabkan luka pada hati. Perkembangan penyakit yang perlahan-lahan mengakibatkan jaringan sehat digantikan oleh jaringan rusak. Fungsi hati dalam memproses nutrisi, hormon, obat, dan racun yang diproduksi tubuh akan melambat.

Pengobatan Hepatitis B.

Tidak ada obat yg efektif untuk penyakit Hepatitis B. Tujuan pengobatan kondisi ini adalah hanya untuk mengurangi gejala dengan obat pereda sakit, serta menjaga kenyamanan sehari-hari si penderita dan keseimbangan gizinya.

Sementara itu, pengobatan untuk hepatitis B kronis tergantung pada tingkat keparahan infeksi pada hati.

Penanganan penyakit ini adalah menggunakan obat-obatan yang hanya berfungsi untuk menghambat produksi virus dan mencegah kerusakan pada hati.

Vaksin dan Pencegahan Hepatitis B.

Langkah efektif dalam pencegahan hepatitis B adalah dengan melakukan vaksin.

Di indonesia sendiri, vaksin hepatitis B termasuk vaksin wajib dalam imunisasi.

Proses pemberian vaksin dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu saat anak lahir, saat anak berusia 1 bulan, dan pada saat anak berusia 3-6 bulan.

Meskipun begitu, orang dewasa dari segala usia pun dianjurkan untuk menerima vaksin hepatitis B, terutama apabila mereka berisiko tinggi tertular hepatitis B.

Contohnya seperti:

  1. Orang yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
  2. Orang yang menggunakan obat suntik atau berhubungan seks dengan pengguna obat suntik.
  3. Petugas kesehatan (paramedis) yang berisiko terpapar virus hepatitis B.
  4. Orang yang tinggal serumah dengan penderita hepatitis B
  5. Penderita penyakit hati kronis.
  6. Penderita penyakit ginjal.

Pemeriksaan hepatitis B juga diterapkan bagi ibu hamil. Jika sang ibu mengidap penyakit ini, bayinya harus menerima vaksin pada saat lahir (12 jam setelah persalinan) untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena hepatitis B di antaranya adalah:

  • Berhenti atau jangan menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Hindari berbagi penggunaan barang seperti sikat gigi, anting-anting, atau alat cukur.
  • Waspadalah saat ingin menindik atau menato tubuh.
  • Jangan berhubungan seks tanpa alat pengaman kecuali Anda yakin pasangan Anda tidak memiliki hepatitis B atau penyakit kelamin menular lainnya.
  • Apabila Anda telah melakukan kontak dengan salah seorang penderita hepatitis B dalam rentang waktu 24 jam terakhir, segera periksakan diri ke dokter.

Risiko penularan penyakit ini dapat diturunkan dengan pemberian suntikan imunoglobulin hepatitis B. Ini adalah larutan obat yang berisi antibodi guna melawan virus hepatitis B.

FUNGSI dan MANFAAT dari STEM CELL dalam menyembuhkan Penyakit HEPATITIS B.

  1. Virus tidak dapat dibunuh tapi dapat ditidurkan (dormant).
  2. Stem Cell akan meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga akan membuat Virus menjadi dormant.
  3. Stem Cell diharapkan akan menuju Sel2 Hati yg rusak, dan meregenerasi terus menerus, sehingga terjadi perbaikan dan kesembuhan, yaitu peningkatan fungsi hati.
  4. Harus ditanya berapa persen Fungsi Hati saat ini, karena untuk stem cell bisa masuk ke pembuluh darah, memerlukan Enzim Empedu yg dihasilkan oleh Hati.
  5. Jika Fungsi Hati 50 persen masih bisa menggunakan Stem Cell, namun apabila sudah Sirosis semua (Hati sudah rusak semua), maka Hati tsb tidak bisa menghasilkan enzim empedu, yg mutlak diperlukan untuk mengikat Stem Cell masuk ke pembuluh darah melalui Jalur Kilomikron Empedu.
  6. Pemakaian Stem Cell sesegera mungkin, akan mempercepat proses perbaikan dan peningkatan Fungsi Hati.
  7. Stem Cell adalah Sel Pekerja yang memerlukan Sel Setempat yang masih Sehat, oleh karena itu kalau orang menunda, dan kalau semua Sel sudah Rusak atau sudah Mati, maka Stem Cell tidak bisa bekerja karena tidak mempunyai Contoh sebagai Blue Print Organ atau Sel yg akan diregenerasi.

Baca juga :

Stem Cell adalah SOLUSI TERBAIK dan HARAPAN TINGGI Kesembuhan Penyakit Hepatitis B, dan sudah terbukti, namun ada banyak faktor yg mempengaruhi efektifitas dan keparahan penyakit, sehingga Stem Cell memerlukan Jangka Waktu tertentu untuk pemulihan.

Oey Windy Sunara

-Sharing is Blessing-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

THALASEMIA vs Stemcell

Thalasemia vs Stemcell

Thalasemia adalah penyakit bawaan yang diturunkan dari salah satu orang tua kepada anaknya sejak masih ...